Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

AP I Dongkrak Pertumbuhan Penumpang Pesawat Dimasa Pandemi

Jakarta,koranindonesia.id-PT Angkasa Pura/AP 1 (persero) mengakui, pergerakkan pesawat di 15 bandara kelolaan PT Angkasa Pura/AP I (persero) sampai dengan bulan ke-6 atau September 2020 semenjak terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia belum kembali normal. Meski terlihat adanya peningkatan, namun pertumbuhannya, khususnya angkutan penumpang masih lambat.

“Aviasi termasuk pengelola bandara adalah salah satu industri yang terdampak sangat signifikan terhadap pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan data trafik Januari – September 2020, posisi kita 53 persen dari normal, dan itu masih jauh untuk penerbangannya, tapi penumpangnya hanya 39,77 persen dari normal. Dibandingkan pergerakkan dibulan Agustus 2020, pada September 2020 ada penurunan sedikit dimana posisi penerbangan 46 persen dari normal, dengan trafik penumpangnya baru 26,77 persen,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura I (persero), Faik Fahmi dalam diskusi online bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub), Kamis (1/10/2020).

Untuk itu, lanjut Fahmi, perseroan perlu melakukan langkah-langkah strategi untuk bisa bertahan dan menyelamatkan kepentingan ekonomi perusahaan dengan diimbangi kepentingan kesehatan. “Kita perlu melakukan langkah-langkah strategi bagaimana kepentingan masyarakat diperhatikan dengan sangat baik, namun juga secara bisnis kita juga bisa melihat kondisi yang sedang kita alami. Kita sudah tidak bicara laba atau rugi, karena sudah pasti rugi, namun yang sekarang kita menjaga cashflow perusahaan kita,” ujarnya.

Adapun upaya yang ditempuh perusahaan dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa terbang akan sehat dan selamat sekaligus menepis kekhawatiran bahwa bandara menjadi kluster baru pandemi Covid-19 adalah dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan di 15 bandara yang dikelolanya. “Kita pastikan manajemen melakukan disinfektan secara rutin di seluruh bandara yang dikelola.”

Selanjutnya, AP I juga telah menyiapkan sarana rapid test bagi calon penumpang hingga inovasi pengurusan dokumen secara digital sehingga tidak menyebabkan penumpukan calon penumpang. “Rapid test masih menjadi salah satu syarat kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan udara sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 tahun 2020 yang juga dirujuk oleh Kementerian Perhubungan.”

Lebih lanjut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan Devy Suradji menambahkan, terdapat delapan bandara yang menyediakan rapid test, yaitu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, serta Bandara Sentani Jayapura.

“Untuk rapid test yang dilakukan di bandara AP I, manajemen telah menyediakan seharga Rp85 ribu per orang, lebih murah dibanding harga normal Rp150 ribu. Penurunan biaya rapid test ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya perjalanan udara sehingga semakin memudahkan calon penumpang untuk melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru,” jelas Devy.

Para petugas, lanjut dia, juga diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung. Selain itu area layanan rapid test juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya.

Tidak hanya para petugas yang wajib menaati protokol kesehatan, begitu juga calon peserta rapid test. Para calon peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pemeriksaan. Penggunaan masker dan penerapan physical distancing juga dilakukan di area ini.

Selanjutnya calon peserta melakukan registrasi dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir yang sudah disediakan. Setelah itu para peserta rapid test dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter dan pengambilan sample darah.

Tidak hanya itu, AP I juga menyematkan stempel Safe Travels dari World Travel and Tourism Council (WTTC) di 15 bandara kelolaannya. Stempel ini diberikan untuk memberikan kepastian kesehatan dan keselamatan calon penumpang saat hendak naik pesawat, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya bahwa AP I konsisten menerapkan protokol kesehatan yang merujuk protokol Safe Travels WTTC dan ICAO Takeoff Guideline for Aviation terkait pencegahan Covid-19. “Stempel ini diperoleh setelah kami mengirimkan protokol kesehatan bandara kepada lembaga tersebut dan telah dilakukan asesmen.”

Tidak berhenti sampai disini, Direktur Pengembangan Usaha, Dendi T Danianto menuturkan, perseroan juga telah menyiapkan program Safe Corridor Initiative (SCI) guna mendatangkan turis mancanegara melalui bandara kelolaan. Sebagaimana diketahui, bandara AP I memiliki dua spesifikasi angkutan penumpang, yakni domestik dan internasional, dimana saat ini jumlah penerbangan penumpang internasional yang paling terpukul akibat pandemi ini mengingat pemerintah lewat Kementerian Hukum dan HAM masih membatasi turis asing yang hendak masuk ke Indonesia.

Untuk tahap awal, program tersebut akan mengkoneksikan penerbangan melalui Bandara Incheon (Korea Selatan) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali). Melalui program tersebut, akan ada penerbangan khusus dari Incheon, Korea Selatan ke Bali pergi pulang.

“Dalam program ini turis tidak akan dilepas secara bebas. Nantinya, pergerakan turis dipantau mulai dari saat kedatangan hingga kepulangan ke tempat asal. Akan diterapkan 3T, tracking, tracing, treatment kalau ada apa-apa. Ini adalah bilateral agreement antara Incheon Airport dengan Ngurah Rai Bali. Diinisiasi oleh Incheon Airport, mereka akan memberikan SOP yang tepat jadi mulai dari mereka keluar, testing, masuk airport, pesawat, bandara, dari penjemputan ke resort sampai balik lagi nanti di-tracking ketat,” imbuh Dendi.

Sebagai informasi, 15 bandara yang dikelola Angkasa Pura I adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, serta Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.