Banner sumsel

Angkutan Batubara Menuju Stasiun Banjarsari Bikin Macet

LAHAT, koranindonesia.id – Arus lalu lintas Muara Enim-Lahat, persisnya di Simpang Stasiun Banjarsari antara Desa Prabumenang-Desa Arahan, Lahat setiap hari macet total. Hal ini disebabkan adanya angkutan batubara jenis trailler milik PT RUBS dan angkutan batubara milik PT GGB yang masuk ke stasiun Banjarsari.

Kondisi ini diperparah banyaknya angkutan batubara  dari arah Merapi menuju Palembang dengan cara konvoi.

Amir, salah seorang warga mengeluhkan terjadinya macet di simpang stasiun kereta api Banjarsari.

“Seharusnya dibuat rambu lalu linatas, semacam isyarat bahwa ada aktivitas keluar masuk truk pengangkut batubara menggunakan petikemas ke Stasiun Banjarsari, sehaingga pengendara lainnya bisa memahami,” tutur Amir

Pantauan wartawan di lapangan di Simpang menuju Stasiun Kereta Api Banjarsari belum ada rambu lalu lintas sehingga membuat kemacetan.

Hal senada dikatakan Putra warga Desa Sirah Pulau, selain mengeluhkan macet setiap  hari, dia juga mengeluhkan adanya sopir angkutan batubara yang ugal-ugalan, seenaknya ngebut tanpa memperdulikan keselamatan orang lain.

Padahal  Perda Provinsi Sumatera Selatan jelas melarang angkutan batubara melintas di jalan umum.

Terpisah Bagian humas PT. RUBS  saat di konfirmasi via WA tidak menjawab.  (nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.