Banner sumsel

Anggota Satnarkoba Polres Lahat Berhasil Bekuk Pendekar

LAHAT,KoranIndonesia.id-–Junaidi alias Pendekar (44) akhirnya berhasil dibekuk anggota Satnarkoba Polres Lahat.  Lelaki yang di kenal wilayah Kikim Area, Kabupaten Lahat,  khususnya dikalangan pecandu narkoba merupakan sosok yang dikenal licin.

Pasalnya,  meski sudah lama bergelut dengan aktifitas barang haram tersebut sepakterjangnya tidak terhendus tak heran jika ia dijuluki Sang Pendekar Sabu.

 

Namun,  bak pepatah sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat ini berhasil dipaksa ‘bertekuk lutut’ oleh anggota Polres Lahat, melalui Satuan Reserse Narkoba. Pendekar dibekuk bersama kakak kandungnya, Ismed Riadi (45).

 

Terungkapnya jaringan peredaran narkoba jenis sabu ini, berawal ditangkapnya Pendekar dengan barang bukti satu paket sedang narkoba diduga jenis sabu dan dua butir pil extasy warna merah muda logo superman didalam bungkusan yang sempat di buang pelaku  untuk mengelabui petugas.

 

“Ya namanya dipanggil pendekar.  Saat anggota juga melakukan penggeledahan dirumah Pendekar ditemukan uang tunai Rp 49 juta. Diduga hasil dari penjualan narkoba,”tegas Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK didampingi Kasat Narkoba, AKP Bobby Eltarik SH saat Press Conference, di Mapolres Lahat. Selasa (17/9/2019).

 

Kemudian polisi terus melakukan introgasi kepada Pendekar yang merupakan spesialis pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kikim Area ( Kikim Selatan, Kikim Timur, Kikim Barat, dan Kikim Tengah ). Benar saja, rupanya pria yang mengakui telah dua tahun menggeluti bisnis barang haram itu, juga menyimpan narkoba ( gudang ) diruma orang tuanya. Alhasil, polisi menemukan 20 paket narkoba diduga jenis sabu seberat 54.42 gram dan turun mengankan Ismed Riady.

 

” Mereka ini kakak beradik menyimpan narkoba dirumah orang tua dialamat yang sama. Untuk kedua orang tua saat ini masih kita jadikan sebagai saksi,” ungkap Kapolres.

 

Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 uu no 35 2009, pengedar dan menguasai dengan hukuman penjara paling singkat enam tahun dan ping la 20 tahun.

 

” Kita dengan dibantu masyarakat sangat serius membersihkan peredaran narkoba di Kabupaten Lahat ini. Seperti kali ini minimal kita menyelamatkan yang lain setelah kita tangkap pengedar ini. Setidaknya 550 jiwa kita selamatkan ( dengan asumsi satu jiwa satu gram menggunakan narkoba) ,” tutup Kapolres.(Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.