Anggota DPRD OI Minta Penanggulangan Pasca Banjir juga Diperhatikan

INDRALAYA, koranindonesia.id-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir (OI) meminta pemerintah dan  pihak terkait untuk memperhatikan dampak dari pasca banjir yang terjadi di Kabupaten ini terutama anak-anak yang sangat rentan dengan penyakit. Ia juga meminta warga di sepanjang sungai untuk tetap berhati-hati.

Hal itu dikatakan oleh Anggota DPRD OI dari Partai Demokrat Sonedi Ariansyah yang terjun langsung ke daerah  banjir di Desa Rengas I.

“Pasca banjir juga harus kita perhatikan, korban banjir terutama anak-anak rentan sekali terkena penyakit kulit, harus segera di tangani oleh tim medis dan PMI.” Kata Sonedi yang di dampingi oleh Syakroni Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OI, staf bidang pemanfaatan air Dinas PUPR OI Budi, beberapa anggota relawan Palang Merah Indonesia (PMI) OI, serta Kepala Desa setempat, kemarin.

Dalam kunjungan ke lokasi  banjir  ini Sonedi memberi bantuan satu truck pasir untuk membuat tanggul darurat pengganti tanggul yang hanyut terbawa arus sungai, agar tidak berdampak parah terhadap rumah warga. Dia juga  berharap  warga untuk  berhati-hati, karena intensitas hujan masih sangat tinggi. Terutama warga yang rumahnya memang berdekatan dengan Batanghari.

“Saya selaku Sekretaris Komisi III  meminta agar PUPR membangun kembali tembok penahan sungai sepanjang 500 meter, dan
Normalisasi sungai di bawah jembatan yg disinyalir terjadi penyumbatan sebelum memakan korban ” tegas Sonedi.

Empat  hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Ogan Ilir. Salah satunya di Kecamatan Payaraman yang merasakan dampak langsung, dengan meluapnya aliran sungai Batanghari yang menyebabkan air masuk ke pemukiman warga. Kedalaman air mencapai 50 sampai 70 cm di jalan raya. Lebih kurang 60 rumah warga yang terendam air di Desa Rengas ini.

Darpin, warga Desa Rengas 1 yang berada di sisi Batanghari  mengatakan kios permanen miliknya ambrol dan hanyut .  Selain kios, rumah panggung miliknya juga  rentan terbawa arus. Menurut Darpin, sebelumnya tanah di sini tertahan oleh tanggul. Tapi sekarang tanggul sudah ambruk bahkan hanyut. Jadi air mulai mengerus pondasi tiang rumah. Akibatnya posisi rumah sudah mulai berubah karena pergeseran tiang penyangga..

“Untuk sementara berkat bantuan masyarakat sudah di buatkan tanggul darurat dari pasir dan kayu secara ala kadarnya. Namun saya berharap tidak hujan lagi, kalau hujan deras mungkin keadaan akan semakin parah.” cemas Darpin. (Snd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.