Banner Pemprov 2020
Banner september

Anggota DPR RI Ini Ingatkan Anji dan Hadi Pranoto Soal Informasi Menyesatkan

JAKARTA, koranindonesia.id – Video YouTube milik akun musisi Erdian Aji Prihartanto atau Anji kini menjadi sorotan publik.
Sebab, dalam cuplikan video tersebut menampilkan sosok Hadi Pranoto yang mengaku sebagai profesor mikrobiologi klinik dan mengklaim obat COVID-19 sudah ditemukan.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan dan menerima informasi seputar COVID-19.
Pasalnya, informasi merupakan salah satu kunci penting dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Jika informasi yang diberikan salah, akan banyak orang yang terkena dampaknya. Tentu itu sangat tidak baik di tengah niat baik semua orang dalam memerangi COVID-19.

“Karena ini menyangkut keahlian khusus, orang yang berbicara mestinya adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan terkait virus. Kalau semua orang boleh bicara, informasinya akan simpang siur. Bahkan, antara satu dengan yang lain bisa saling tumpang tindih,” kata Saleh kepada wartawan, Senin (3/8/2020).
Menurut Politisi PAN itu setiap orang tentu dilarang menyebarkan informasi keliru secara sengaja. Apalagi, informasi yang disebarkan itu bertujuan agar membuat orang lain salah atau informasi tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan sepihak dari pemberi informasi.

“Penyebaran informasi yang salah adalah penyesatan. Tindakan seperti ini tentu tidak bisa ditolerir. Jika nyata-nyata merugikan kepentingan umum, harus ada tindakan hukum yang tegas. Saya kira banyak klausul hukum yang bisa diterapkan terkait hal itu,” tegasnya.
Di tengah situasi COVID-19 yang seperti ini, masyarakat banyak yang gelisah. Terkadang mudah juga untuk menerima informasi yang belum terverifikasi.

Karena itu, lanjut Saleh, pemerintah dalam hal ini mesti berdiri di barisan depan dalam memberikan informasi. Berbagai informasi yang berserakan di media sosial harus disaring. Jika ditemukan ada yang salah, harus diluruskan.

“Maka disitulah pentingnya juru bicara COVID-19 yang dibentuk pemerintah. Tentu di dalam tim juru bicara ada ahli-ahli yang representatif untuk meluruskan dan memberikan informasi valid,” ujarnya.

Perlu diketahui, karena sudah dinilai meresahkan dan menimbulkan reaksi dari netizen, maka belakangan video tersebut dihapus oleh pihak YouTube.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.