Banner sumsel

Anggota BPK Apresiasi Langkah DKI Jakarta Naikan Bantuan Dana Parpol

JAKARTA, koranindonesia.id – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil, mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menaikkan nilai bantuan dana untuk Partai Politik (Parpol) di Provinsi DKI Jakarta.

“Adalah pemikiran saya ke depan. Bagaimana misalnya Pak Anies Baswedan sudah megusulkan dan memutuskan dana politik bukan Rp.1.000 lagi persuara. Sekarang di DKI Jakarta sebesar Rp.2.400 persuara,” kata Rizal Djalil saat peluncuran buku karyanya berjudul “Akuntabilitas Dana Politik Di Indonesia” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut Rizal idealnya, dana untuk parpol itu adalah 5000 Rupiah persuara. “Barulah parpol itu akan mandiri dalam pengelolaan organisasinya. Ini yang saya tulis dan perjuangkan dan bagaimana saya tidak pernah lupa,” tandas mantan anggota DPR RI ini.

Dana bantuan parpol sempat naik 100 persen atau dua kali lipat dari Rp1.200 menjadi Rp2.400 per suara pada akhir 2018. Kenaikan disetujui lantaran tidak bertentangan dengan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik.(Mar)

Bahkan  Pemprov DKI Jakarta mempersilakan DPRD DKI mengajukan kenaikan dana partai politik (parpol). Dana parpol pada tahun ini Rp2.400 per suara sah.
“Tahun ini tetap segitu, kalaupun memang mau dinaikkan, tinggal yang baru ini ngusulin. Kan yang baru ganjen-ganjen, pengin dapat lebih besar lagi, ya silakan mengajukan,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 3 September 2019.
Menurut Taufan, kenaikan dana parpol bisa diwujudkan. Asalkan, anggota DPRD DKI periode 2019-2024 mengajukan kenaikan.

“Masih terbuka. Kita sih fasilitator, cuma memberikan rekomendasi saja kalau selama duitnya ada. Kalau memang mau naik 100 persen, di antara Rp4.800-an, ya itu silakan,” ungkap dia.
Taufan menyebut keuangan DKI Jakarta cukup memenuhi kebutuhan DPRD DKI. Namun, Dewan diminta memikirkan ulang.
“Kalau lihat sih mampu, masa enggak berdaya. Cuma pertanyaan, apakah pantas (minta) naikkan? Itu saja,” ujar Taufan.
Dana bantuan parpol sempat naik 100 persen atau dua kali lipat dari Rp1.200 menjadi Rp2.400 per suara pada akhir 2018. Kenaikan disetujui lantaran tidak bertentangan dengan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.