Bhintan Shalawat

Ancam Sebarkan Video Bugil, Polisi Gadungan Peras Karyawan Swasta

PALEMBANG,koranindonesia.Id-Terbuai dengan rayuan manis pelaku yang dikenalnya melalui media sosial, Oktrizami (29) harus kehilangan uang Rp 20 juta. Tidak hanya uang, karyawan swasta ini juga masih terus merasakan teror dan ancaman menyebarkan rekaman video bugil miliknya ke publik. Puncaknya, warga Jalan Putak III Kelurahan Sako Kecamatan Sako melaporkan pelaku ke SPKT Polresta Palembang untuk ditindakanjuti, Senin (11/3/2019).

Diungkapkan korban, semula dirinya mengenal pelaku melalui media sosial facebook. Pelaku yang mengaku anggota Polri ini, mengatakan akan mengirimkan ponsel sesuai permintaan korban.

“Ngakunya sih polisi pak. Dia menjanjikan saya dengan handphone terbaru. Tapi saya harus mengirimkan uangnya. setelah uang diterima, ternyata handphone yang dimaksud juga tidak sampai. Kemudian dia mengatakan lagi, akan mengembalikan uang yang sudah ditransfer berikut handphone yang diminta akan dikirimkan lagi. Saat itu saya percaya, tidak mungkin dia berbohong karena dia berprofesi polisi,” jelas korban kepada petugas piket.

Kemudian lanjut korban, pelaku terus menghubungi ponselnya dan seiiring waktu korban terpikat dengan tali asmara dibalik media sosial.

“Kami memang belum pernah bertemu. Tapi dia janji akan menemui saya dan menikahi saya. Bahkan, saya dan dia sudah sering berkomunikasi melalui ponsel. Hingga suatu hari dia meminta saya berpose tanpa busana dan tidak sadar saya mengikuti kemauannya,” jelas korban tertunduk malu.

“Sejak itu, Dia (terlapor) selalu menghubungi saya dan meminta uang. Jika tidak diberikan dia mengancam akan menyebarkan video telanjang saya. Sedikitnya saya sudah mengirimkan uang Rp 20.310.000, ke lima rekening Bank BCA an. Indrawati, Ibnu Azhari, Reza Renaldi, Sefti, Ibnu Nursyah. Terakhir, saya kirim melalui ATM BCA, Jalan MP Mangkunegara Sabtu (4/2) pukul 14.13 WIB,” tutupnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH MH melalui Kepala SPK Ipda Riduansyah membenarkan adanya laporan korban yang sudah diterima dan kini memasuki tahap pemberkasan.

“Benar, sudah kita terima dan kini masih ditindaklanjuti penyidik reskrim,” ungkap Riduansyah, sat diwawancarai di ruang kerjanya.(fhy)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.