Banner Pemprov 2020
3M Muba

Ancam Copot Kepala Daerah, Gerindra Bilang Instruksi Menteri Tidak Boleh Lampaui UU

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Politisi Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik menanggapi santai instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal ancaman pencopotan jabatan kepala daerah yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.
Taufik mengatakan, instruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan itu tidak bisa berlaku surut.

Artinya, Kepala Daerah tidak bisa didepak begitu saja dari jabatanya ketika melanggar peraturan tersebut. Harus ada alas hukum lain untuk memecat seorang Kepala Daerah.

“Kan ada syarat-syarat tertentu untuk mencopot gubernur gitu loh. Saya kira ada Undang-undang,” kata Taufik ketika dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020).

Taufik menyatakan, perlu ada diskusi yang melibatkan pakar hukum terkait pencopotan Kepala Daerah lewat instruksi tersebut.

Sebab peraturan pemberhentian Kepala Daerah juga sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

“Bukan sepakat nggak sepakat apakah instruksi itu kemudian melebihi Undang-undang atau nggak. Itu yang saya kira kita harus diskusikan dulu,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menyebut, pemerintah tidak bisa hanya berpatokan pada instruksi itu. Mesti ada pembahasan dan diskusi lebih lanjut untuk membicarakan alas hukum pemecatan Kepala Daerah yang melanggar protokol kesehatan.

“Iya dong (harus ada pembahasan lebih lanjut) Para ahli tata negara dikumpul ini ada UU Pilkada, UU pemerintah daerah. Gitu loh. Kan ada syarat untuk mencopot gubernur,” imbuhnya.

Adapun instruksi dari Menteri Tito ini dikeluarkan pada Rabu (1/11/2020) kemarin. Peraturan itu dikeluarkan di tengah polemik pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yan kemudian menyeret nama Gubernur Anies Baswedan.

Dalam Instruksi itu, Menteri Titi meminta semua Kepala Daerah di Indonesia mentaati Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan. Jika melanggar maka bisa segera dicopot dari Jabatannya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.