Banner sumsel

Anak Durhaka, Tega Pukuli Ibu Kandung Lantaran Tak Diberi Uang untuk Beli Sabu

SEKAYU, koranindonesia.id – Jajaran Polsek Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menangkap seorang pemuda bernama Habibi (26) warga Dusun IV, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan, Musi Banyuasin (Muba) yang tega memukuli ibu kandungnya sendiri, Hosiya (43),  lantaran tak diberi uang oleh sang ibu untuk membeli narkotika jenis sabu.

Habibi tega memukuli ibunya sendiri dengan menggunakan ulekan cabai. Kejadian penganiayaan itu sendiri, dilakukan tersangka di rumahnya pada, Sabtu (6/10) sekitar pukul 14.00 WIB, lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat siang itu Habibi mendatangi ibunya, yang ketika itu tengah berada di dapur. Pelaku pun langsung meminta uang sebesar Rp2.500.000.

Mendengar permintaan itu, korban pun merasa kaget, dan menjawab tidak ada uang sebanyak itu. Karena tidak senang dan marah tidak diberi uang, tersangka langsung mengambil ulekan cabai yang berada di dekatnya, lalu memukulkannya ke kepala sang ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya itu, dibagian atas kepala sebanyak satu kali.

Merasa terancam, korban pun langsung menyelamatkan diri berlari keluar rumah, tapi anak durhaka itu tetap mengejar korban, karena masih emosi. Korban yang lemah itu pun kembali tertangkap tersangka, yang kembali melampiaskan emosi setannya dengan memukul lagi kepala korban, meski kali ini hanya dengan tangan kosong.

Tersangka Habibi (FOTO/STS)

Beruntung ada warga yang melihat kejadian tersebut dan langsung menolong korban, melihat ada warga yang datang pelaku pun melarikan diri. Akibat dari kejadian itu korban mengalami luka memar di kepala bagian atas, kening dan pelipis mata sebelah kanan. Korban pun melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polsek Babat Toman.

“Ya, kita berhasil menangkap pelaku penganiayaan ibu kandungnya sendiri, dengan laporan pada 6 Oktober lalu. Pemukulan itu dilatarbelakangi karena pelaku kesal ketika meminta uang kepada ibunya tidak diberikan. Uang itu hendak dipakai membeli narkoba jenis sabu,” ungkap Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kapolsek Babat Toman Ali Rojikin kepada awak media, Kamis (15/11/2018).

Dijelaskan Ali, untuk kronologis penangkapan pelaku sendiri, pada saat kejadian langsung melarikan diri dan tidak kembali lagi ke rumahnya. Nah, pada Rabu (14/11) sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku kembali kekediamannya lagi, yang langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Babat Toman dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka. “Tanpa perlawanan tersangka langsung kita amankan,” katanya.

Dari keterangan Habibi, dirinya mengaku tega memukuli ibu kandungnya karena tidak diberi uang untuk membeli sabu. Bahkan, pelaku juga pernah melakukan penganiayaan terhadap adik kandungnya, tapi tidak dilaporkan.

“Mungkin ini sudah kedua kalinya, makanya Ibunya melaporkan perbuatan anaknya itu. Nanti, pelaku kita kenakan pasal 44 ayat (1) UU RI Nomor 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman kurungan maksimal lima tahun penjara,” tukasnya.

(sts)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.