Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Anak Buah Bekas Mensos Juliari Batubara Divonis 7 Tahun Penjara

JAKARTA, koranindonesia.id – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp350 juta kepada Adi Wahyono, anak buah bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dalam proyek pengadaan bansos Kementerian Sosial.

Adi dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi Bansos Covid-19.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sejumlah Rp350 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” ujar Hakim Ketua Muhammad Damis saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (1/9/2021).

Vonis Adi sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Adi yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp350 juta.

Dalam pertimbangan, hakim menyatakan perbuatan yang memberatkan Adi tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Serta melakukan tindak pidana korupsi pada masa bencana non alami.

Sedangkan alasan yang meringankan hukuman, Adi dinilai berlaku sopan dalam persidangan. Selain itu, Adi disebut masih memiliki tanggungan keluarga.

“Terdakwa belum pernah dijatuhi pidana, Terdakwa berlaku sopan di persidangan, Terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, Terdakwa masih mempunyai tanggungan keluarga,” tuturnya.

Selain itu, Adi disebut tidak menerima uang untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian, hakim memutuskan tidak mengenakan hukuman tambahan terhadap yang bersangkutan.

“Dari pelaksanaan bansos sembako, terdakwa sama sekali tidak menerima uang untuk kepentingan pribadi sehingga dengan demikian terdakwa tidak dikenai hukuman tambahan untuk bayar uang pengganti,” ujar hakim.

Adi Wahyono terbukti memungut fee bansos dari beberapa vendor senilai Rp10 ribu per paket. Fee yang telah dikumpulkan Adi dan Joko atas perintah Juliari, dianatara:

– Fee dari Harry Van Sidabukke terkait penunjukan PT Pertani dan PT Hamonangan Sude senilai Rp1,28 miliar

– Pemberian fee Rp1,95 miliar oleh Ardian Iskandar Maddanatja terkait penunjukan PT Tigapilar Agro Utama

– Penerimaan fee Rp29,252 miliar dari beberapa penyedia bansos lainnya. Penerimaan uang Rp29,252 miliar dari sejumlah penyedia bansos berlangsung mulai Mei hingga Desember 2020.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.