Banner sumsel

Ampera dan  Fasilitas Kota yang Terbengkalai

Oleh Siti Istiqomah*

Saat ini semua mata tertuju ke Kota Palembang, maklum saja, kota ini sedang gencar-gencarnya membangun fasilitas kota karena Palembang ditunjuk sebagai penyelenggaran perhelaan olahraga tingkat Asia, yaitu Asia Games yang akan digelar bulan Agustus mendatang.

Mulai dari Kereta Api Ringan (LRT), Jembatan Musi, Jembatan Flyover, hingga Jalan tol. Semua sarana tersebut dibangun dengan tujuan untuk menunjang acara bergengsi ini. Tentu setelah acara Asia Games selesai, fasilitas-fasilitas ini akan digunakan juga oleh masyarakat umum, dan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kota yang terkenal dengan makan khasnya empek-empek.

Namun, Ironisnya banyak juga fasilitas-fasilitas kota yang sudah lama berdiri dan masih digunakan oleh masyarakat malah tidak terurus, salah satunya ada tangga jembatan Ampera.

Tangga disamping Jembatan Ampera saat ini kondisinya sangat kotor, berbau,  dan  dindingnya penuh dengan coret-coretan. Padahal tangga tersebut menjadi salah satu akses bagi para pejalan kaki yang  pergi-pulang dari Ulu ke Ilir  atau sebaliknya. Tentu masyarakat sudah kehilangan rasa nyaman ketika mereka melewatinya, termasuk saya sendiri. Karena setiap hari  saya menggunakan tangga tersebut.

Selain bau pesing yang menyengat, sampah bertebaran dimana-mana, seolah tangga ini tidak tersentuh oleh pasukan kuning atau jangan-jangan memang tidak menjadi spot untuk dibersihkan. Ini membuktikan bahwa salah satu fasilitas kota yang sudah ada namun memang kurang terawat.

Hal senada disampaikan oleh Basith (20)  warga kota Palembang yang mengatakan tangga ini sudah tidak nyaman lagi untuk digunakan, namun disisi lain tangga tersebut menjadi satu-satunya akses jalan yang cepat dan langsung menuju ke atas Jembatan Ampera.

Tentu akan banyak perdebatan, saat kita mengatakan siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini. Pemerintah Kota atau siapa. Sebagai  lembaga yang memang memiliki anggaran dan wewenang untuk merawat fasilitas-fasilitas ini Pemkot yang paling bertanggung jawab.

Namun, sebagai warga kota kita juga tidak bisa membiarkan begitu saja kerusakan ini. Ada banyak  peran yang bisa warga kota ini lakukan seperti tidak membuang sampah, tidak mencoret-coret atau turut menjaga fasilitas itu. Minimal menegur jika melihat warga yang melakukan pelanggaran dan perusakan terhadap fasilitas tersebut.

Pemerintah kota juga dapat memaksimalkan anggaran dan kebijakan, seperrti mengeluarkan aturan (perda), menyiap aparat pengawas di lokasi, serta melebarkan spot untuk kebersihan di sekitar jembatan Ampera termasuk tangga tersebut.

Apalagi menjelang acara akbar Asian Games 2018 tentu para turis asing akan memilih jembatan Ampera sebagai spot menarik untuk diabadikan. Bisa dibayangkan jika, saat foto selfie bau tak sedap tercium dihidung yang mancung itu.  Tentu ini akan membawa konsekuensi karena mereka akan bercerita kepada kerabat, teman dan kolega tentang kota ini saat pulang ke negaranya masing-masing. Repot bukan.

Mumpung masing ada sedikit waktu tidak salah jika berbenah, apalagi kerap kita dengar kalau  Asian Games bukan hanya membidik sukses prestasi namun juga sukses penyelenggaraan. Ayo jaga dan pelihara fasilitas kota kita.

*mahasiswi Fisip Unsri Ilmu Komunikasi 2016

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.