Banner sumsel

Alfredo Klaim Paham Kekuatan Mitra Kukar

PALEMBANG, koranindonesia id – Bagi Sriwijaya FC (SFC) duel lawan Mitra Kukar di pekan 33 Liga 1 Indonesia, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (30/11/2018) pukul 15.30 WIB, sangat krusial. Jika kalah, maka nasib SFC akan sangat kritis, dua pertandingan wajib dimenangkan.

Pelatih Sriwijaya FC Angel Alfredo Vera mengatakan, dia siap menghadapi Mitra Kukar dan harus menang, karena perolehan tiga poin akan memperpanjang nafas SFC. Vera mengaku, sudah paham dengan kekuatan Mitra Kukar yang memang tidak jauh berbeda dengan Persija Jakarta, yang juga unggul di bola-bola mati, dan hal itu sudah diantisipasinya sejak sepekan sebelum pertandingan.

“Itu yang saya bilang tadi, kita harus lebih fokus, apa yang sudah kita pikir akan terjadi kita sudah antisipasi, bukan kita tidak latihan tidak tahu kekuatan lawan. Kita sudah tahu bola mati yang paling bahaya,” katanya, saat prescon jelang pertandingan, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (29/11/2018).

Alfredo cukup percaya diri, jika Mitra Kukar memang seperti Persija. Maka itu, dia meminta para pemainnya fokus di menit-menit akhir. Hal tersebut dirinya tak ingin hal sama terulang kembali pada saat melawan Persija beberapa waktu yang lalu, oleh sebab itu Beto dkk ditambah menu latihan khusus mulai Selasa (27/11/2018) kemarin, sebagai persiapan malawan Mitra Kukar.

“Mudah-mudahan dari sekarang kita lebih fokus, kita tidak bisa bilang hilang poin lagi. Kita harus lebih fokus untuk bisa dapat tiga poin,” jelasnya.

Sementara itu, Pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan menjelaskan, kalau efek dari kalahnya SFC terhadap Persija Jakarta akan membuat timnya kewalahan. Hal itu karena SFC dinilai akan tampil habis-habisan saat melawan Mitra Kukar di kandang pada pekan ke-33 mendatang, demi lolos dari jurang degradasi.

“Efek kalah dari sebuah pertandingan, justru itu yang akan membangunkan Sriwijaya FC lebih baik,” kata Pelatih Rahmad Darmawan.

Rahmad Darmawan yang baru saja meninggalkan SFC di pertengahan Liga 1 2018 mengaku sangat hafal betul kekuatan Laskar Wong Kito, julukan SFC.

“Di lini depan, lini tengah semua ada naturalisasi. Ada tiga naturalisasi, dan empat asing. Saya lebih fokus kepermainanan, mengenai SFC saya tidak ada hak untuk mengomentari tim lawan,” pungkasnya.

(akr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.