Banner sumsel

AKBP Sunandar : Dulu Mulutmu Harimaumu, Sekarang Jarimu, Jerujimu

LUBUKLINGGAU,koranindonesia.id – Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar  bertatap muka langsung dengan masyarakat Kota Lubuklinggau dalam rangka antisipasi penyebaran hoax dan ujaran kebencian. Kegiatan yang bertemakan  “Stop hoax dan ujaran kebencian rawat kebhinekaan” diadakan di Aula Polres Lubuklinggau, Rabu (14/3/2018).

Hadir dalam acara tatap muka itu pelajar, pemuka adat, pemuka agama, masyarakat kota Lubuklinggau, jurnalis Polres Lubukkinggau, Asisten 1 Setda Lubuklinggau Ibnu Amin,  Waka Kompol Andi Kumara, Kasi Propam Iptu Awludin, seluruh Kapolsek, dan jajaran perwira anggota Polres Lubuklinggau.

Penjabat Walikota Lubuklinggau H. Riki Junaidi diwakili Asisten I Ibnu Amin mengatakan, banyaknya akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian atau fitnah, ini perlu diantisipasi, agar tidak berkembang ditengah masyarakat
“Pada tahun politik seperti sekarang, berita hoax dan ujaran kebencian menjadi hal yang menakutkan, karena ini bisa memancing amarah seseorang bahkan kelompok masyarakat dan bisa menghasut yang berbuntut terjadinya tindakan anarkis,”katanya.
Dikatakannya, berita hoax itu pasti mempunyai tujuan negatif. “Alhamdulilah Polri sudah memiliki divisi Cyber Crime,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar mengatakan, hoax pertama kali muncul pada tahun 2006, hoax merupakan berita bohong yang dibuat orang yang tahu bahwa berita tersebut hoax (bohong).

“Saya sarankan, kalau ada berita dikroscek dulu, apakah berita itu benar atau tidak, jangan diterima mentah-mentah sehingga tidak ada kesalahan persepsi,” katanya..
Dikatakan Kapolres, tim cyber patrol  selalu mengingatkan pengguna Medsos agar lebih berhati-hati menggunakannya. “Apapun yang kita tulis di medsos pasti ada reikonya. Kalau dulu mulutmu hariamaumu dan sekarang, Jarimu Jerujimu,” tegasnya.

Reporter : Shandi April
Editor : elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.