Banner Pemprov Agustus

Ajak Kontraktor Tarik Uang Ghaib, Zainal Meringkuk di Sel Tahanan

 

PALEMBANG, koranindonesia.id- Zainal Arifin Syukri (50) harus merasakan dinginnya balik jeruji besi. Sebab, dia diduga telah membawa kabur uang seorang konsultan konstruksi berinisial BA (66) senilai 1,2 miliar dengan modus penarikan uang gaib.

Tersangka ditangkap di kediamannya di Jalan Prajurit Nazaruddin, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Jum’at (24/9/2021) sekitar pukul 16.00.

Berdasarkan data dihimpun, aksi penggelapan terjadi Desember 2020. Bermula ketika tersangka mengajak BA bekerja sama untuk menarik uang ghaib senilai Rp12 miliar. Hanya saja, sebelum melakukan ritual, korban harus memberikan uang senilai Rp10 juta untuk membeli sesajen.

Beberapa hari kemudian, Zainal kembali meminta sejumlah uang untuk membeli sesajen, seperti ayam cemani, minyak turki, dan bayi perawan. Sehingga BA mentransfer uang secara bertahap mencapai Rp1,2 miliar.

Setelah ditunggu-tunggu, uang yang dijanjikan oleh tersangka tak kunjung ada. Merasa tertipu, BA pun membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, beberapa waktu yang lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidsus AKP Tohirin saat dikonfirmasi membenarkan sudah mengamankan seorang pelaku yang melakukan perkara Pasal 378 KUHP Jo Pasal 372 KUHP.

“Benar kita sudah berhasil mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan dengan kerugian korban Rp 1,2 milyar lebih. Pelaku mengaku bisa menarik uang gaib sebesar Rp12 miliar dari seseorang yang berada di lokasi luar kota Palembang,” kata Kompol Tri.

Tri mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait keterangan pelaku. Dari hasil interogasi, modus yang digunakan pelaku dengan meminta uang untuk membeli persyaratan sebelum melakukan ritual penarikan uang ghaib.

“Korban ini mentransfer uang terus kepada pelaku, dengan tujuan memenuhi syarat diminta pelaku untuk membeli barang ritual gaib, namun setelah uang diberikan, apa yang dijanjikan pelaku tidak kunjung tiba dan tidak ada,” jelas Kompol Tri.

Masih kata Kompol Tri, anggota terus mendalami semua barang bukti rekening dan transferan. “Jadi menurut keterangan pelaku ini, bahwa orang tersebut bisa menarik uang secara gaib bukan menggandakan uang, namun dengan syarat syarat seperti ayam cemani dan sebagainya,” jelas dia.

Sementara, tersangka saat dibincangi mengatakan kalau korban mentransfer uang secara bertahap sebanyak tiga kali. “Saya dengan korban kerjasama untuk mengambil uang gaib Rp 12 miliar. Saya juga pakai uang sendiri hampir Rp 400 juta. Nanti kalau memang ada hasilnya uang Rp 12 miliar didapat nanti akan dihitung dan dibagi berdua,” katanya.

Masih dikatakan tersangka, dia mulanya kenal dengan seseorang di pulau Jawa berinisial R dan mengaku bisa menarik uang gaib. Dia pun pernah diberikan uang senilai Rp10 juta secara cuma-cuma oleh R.

“Pertama kali saya pernah dibantunya menarik uang gaib sebanyak Rp10 juta, saat itu diberikan hanya cuma cuma saja oleh orang tersebut. Sejak saat itu jadi saya percaya kalau dia bisa menarik uang gaib, uang yang diberikan korban dan uang saya ditransfer ke R. Nanti kalau berhasil rencananya R akan antarkan langsung uang cash Rp 12 miliar tersebut ke Palembang,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.