Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Ahmad Basarah Minta Kemendikbud Masukan Nilai Pancasila Dalam Pengajaran ASEAN

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah berharap agar Kemendikbud memasukkan nilai-nilai Pancasila dan sejarah lahirnya ideologi bangsa Indonesia ini dalam buku bahan pengajaran ASEAN untuk pendidikan menengah yang tengah mereka susun.

Dengan demikian, para siswa memahami bahwa ASEAN dibentuk dengan semangat persatuan dan keadilan sosial di mana kedua nilai itu termaktub dalam Pancasila.

”Dua tujuan yang termaktub dalam deklarasi berdirinya ASEAN kan sesuai dengan prinsip Pancasila. Tujuan pertama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan budaya kawasan,” ujar Basarah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/3/2021).

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri itu juga menyatakan bahwa Indonesia membawa semangat Pancasila ketika terlibat aktif dalam membentuk ASEAN. Prinsip musyawarah mufakat yang dibawa Indonesia sesuai dengan prinsip Unanimity yang termaktub dalam Chapter 7 Artikel 20 Piagam ASEAN.

“Negara-negara anggota ASEAN menggunakan prinsip unanimity saat menyelesaikan masalah di antara mereka, selain prinsip-prinsip lain yang juga sesuai dengan prinsip Pancasila, misalnya menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional seluruh negara-anggota ASEAN,’’ jelasnya.

Pernyataan anggota DPR RI dari Komisi X itu disampaikan untuk merespon rencana Kemendikbud yang saat ini menggodok dan menyusun buku bahan pengajaran ASEAN untuk pendidikan menengah.

Dalam menyusun buku ajar ini, lanjut Basarah, Kemendikbud bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI sebagai salah satu realisasi perjanjian kerja antara kedua kementerian.

Oleh karena itu, Basarah mengusulkan sebaiknya Kemendikbud menjalin koordinasi dengan Kemenlu agar bahan buku pengajaran ASEAN yang mereka susun ini juga diajarkan di sekolah-sekolah tingkat menengah di semua negara ASEAN.

Dengan demikian, Indonesia mulai menduniakan ideologi Pancasila dan tidak l agi menjadi bangsa yang diintervensi oleh banyak ideologi transnasional yang tidak sejalan dengan Pancasila.

‘’Di masa depan, ketika negara-negara mengalami borderless states atau negara tanpa batas akibat kemajuan teknologi komunikasi, nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah untuk mufakat, juga keadilan sosial yang dikandung Pancasila sangat dibutuhkan agar perdamainan dunia terus terwujud,’’ paparnya.

Selain itu, Basarah menambahkan, di antara negara-nagara ASEAN, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak dan dengan wilayah terluas mencapai 1.904.569 km2. Maka wajar jika Indonesia harus berada di garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada negara-negara tetangganya yang lebih kecil agar stabilitas regional di kawasan ini terus terjaga.

‘’Ketika Bung Karno menjabat presiden lalu menggelar Konferensi Asia Afrika di Bandung, semangat yang diusung pendiri bangsa ini sebenarnya juga menduniakan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.