ACTA Laporkan Luhut ke Bawaslu, Terkait Video Ini

JAKARTA, koranindonesia.id – Tim Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ke Bawaslu terkait videonya yang memberi amplop kepada seorang kiai.

Juru Bicara ACTA Hanfi Fajri mengatakan, kedatangan pihaknya ke Bawaslu hari ini, Jumat (5/4/2019) adalah, untuk melaporkan tindakan yang dilakukan oleh Luhut Binsar Pandjaitan terkait pemberian amplop kepada kiai.

Dikatakannya pihaknya menduga amplop tersebut sebagai bentuk pencarian dukungan.
“Kami juga mengatakan Luhut meminta kiai tersebut, mengajak para santri untuk memilih ke TPS dengan menggunakan baju putih,” ungkapnya kepada wartawan, di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

Dijelaskannya, pemberian amplop tersebut itu diduga, sebagai upaya untuk mencari dukungan pada pemilu 17 April nanti. Pada saat pertemuan yang disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan kepada kiai tersebut adalah untuk datang ke TPS pada 17 April, dengan mengajak umat dan santri untuk menggunakan baju putih.

Menurutnya, ajakan Luhut ini sama dengan meminta untuk memilih capres 01 Joko Widodo-Maruf Amin. Sebab, baju putih identik dengan pasangan nomor urut 01.

“Kami di sini melihat bahwa baju putih itu adalah identik dengan jargon yang disampaikan oleh capres 01, yang mana pada 24 Maret lalu, TKN Jokowi-Ma’ruf juga mengklaim bahwa kemeja putih itu adalah salah satu bentuk dukungan kepada capres 01,” jelasnya.

Hanfi menilai, perbuatan Luhut tersebut tidak netral dan menimbulkan abuse of power. Dalam laporannya, Luhut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 7/ 2017 Pasal 283 jo Pasal 547.

“Tindakan Pak Luhut tersebut adalah tindakan sebagai pejabat negara yang tidak netral, ketidaknetralan tersebut dengan memberikan amplop yang bertujuan untuk meminta dukungan kepada para santri dan kiai di Madura untuk memenangkan capres nomor urut 01,” terangnya.

Dalam laporannya, Hanfi juga melampirkan video yang beredar di media sosial sebagai bukti. Dia meminta Bawaslu bertindak tegas serta mengusut kasus ini.

“Kita ingin dari Bawaslu ini bersikap lebih tegas, apalagi ini sudah mau mendekati hari H, apa yang dilakukan oleh Pak Luhut merupakan salah satu tindakan serangan fajar? Nah, kami minta pada Bawaslu untuk mengusut tuntas,” tandasnya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.