Revisi UU Sisdiknas Harus Menjawab Persoalan Mendasar

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda berharap Revisi UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang diinisiasi Komisi X DPR RI menjawab berbagai isu penting dan mendasar dunia pendidikan nasional.

Menurutnya, revisi ini juga harus menjawab tantangan pendidikan skala global dan revolusi industri 4.0.

“Kami ingin sebanyak mungkin mendapat masukan untuk mematangkan Prolegnas yang diajukan Komisi X soal revisi UU No.20/2003 tentang Sisdiknas. UU ini jadi bagian dari ikhtiar kami,” ungkap Syaiful saat dihubungi, Minggu (8/12/2019).

Agenda revisi sendiri, lanjut Syaiful, fokus pada persoalan pendidikan sampai hari ini, tantangan dunia pendidikan di dalam negeri, dan soal regulasi pendidikan Indonesia.

“Pembangunan pendidikan yang tertuang dalam UU No.20/2003 tentang Sisdiknas yang diterjemahkan dalam Rensta pendidikan tahun 2015-2019 belum mampu menjawab isu pendidikan yang paling mendasar dalam pembangunan pendidikan dasar dan menengah,” jelas politisi PKB itu.

Isu pendidikan dasar menengah itu, seperti layanan pendidikan berkeadilan, pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan pendidikan unggul bermutu dalam era persaingan global. Persoalan turunannya dari pendidikan dasar menengah tersebut adalah pemenuhan saran prasaran pendidikan, pelaksanaan pendidikan dasar menengah, standar nasional pendidikan dasar menengah, dan standar Pendidikan serta tenaga kependidikan.

“Mas Nadiem (Mendikub – Red) membawa angin perubahan yang luar biasa bagi dunia pendidikan. Kami berharap skema perubahan ini tidak parsial. Komisi X menginisiasi semua konten bisa didorong ke dalam pasal revisi UU No.20/2003,” seraya menambahkan, “Kondisi pendidikan ini membutuhkan keberanian dari semua pemangku kepentingan untuk terus membuat terobosan dan membuat lompatan kebijakan di bidang pendidikan,” tutup Syaiful. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.