Di Suap Bupati Muara Enim, Robi: Sejak Januari Saya Sudah Dimintai Uang

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Dalam sidang lanjutan dugaan suap dengan terdakwa Robi Okta Fahlevi, majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang memeriksa 9 saksi yang dihadirkan tim JPU KPK RI.

Dari kesembilan saksi tersebut salah satu diantaranya adalah saksi Edi Harmadi selaku Direktur PT Indo Paser Beton yang merupakan milik terdakwa.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Bongbongan Silaban, Edi menyebut bahwa sejak 2015 perusahaan konstruksi milik terdakwa sudah memegang proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Hingga akhirnya pada awal 2019 mendapatkan 16 paket proyek usulan dari DPRD Muara Enim dengan pendanaan menggunakan APBD Muara Enim sebesar Rp129 miliar.

“Saya kurang tahu kalau soal fee, itu diatur oleh terdakwa. Tapi ada buku milik keuangan berisi catatan uang keluar untuk Aries (Ketua DPRD Muara Enim) dan Ilham Sugiono (Ketua Pokja IV Dinas PUPR Muara Enim),” ucap saksi, Selasa (26/11/2019).

Saksi Edi yang banyak mengaku lupa dan beberapa kali diingatkan jaksa juga mengaku ikut langsung menyerahkan uang kepada Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani mendampingi terdakwa Robi.

“Ada beberapa kali saya yang menyerahkan uang kepada Bupati Rp500 juta di rumah makan di Muara Enim,” tutur Edi.

Dirinya juga menyebut bahwa Ilham Sugiono juga pernah menyampaikan permintaan meminjam uang Rp250 juta yang disebut untuk membeli motor Harley Davidson, tapi sampai saat ini hal itu tidak pernah diberikan.

Beberapa permintaan lain seperti sebuah tas seharga Rp25 juta, uang Rp20 juta untuk pembelian sepatu kepada A Elfin MZ Muchtar, selaku Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Muara Enim.

Menanggapi hal itu, terdakwa Robi tak menampik dan menurutnya sejak Januari 2019 dirinya sudah diminta uang selain fee 15 persen untuk mendapatkan proyek konstruksi di Kabupaten Muara Enim. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.