Banner Pemprov 17 Agustus

Ambil Pesanan 6 Kg Shabu, Oknum Pegawai Lapas Dituntut 20 Tahun Penjara

 

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Ambil bagian dalam peredaran gelap narkoba, Sukardiman alias Adi, oknum pegawai lapas di Jambi dituntut 20 tahun penjara oleh jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, selasa (16/7/2019) kemarin.

Oleh JPU Neni Karmila, terdakwa juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan setelah perbuatannya terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Selain terdakwa Sukardiman, dalam kasus ini jaksa juga menuntut hal yang sama terhadap terdakwa Edimar alias Edi yang sebelumnya ditangkap atas kepemilikan enam paket besar shabu dengan berat 6 kg bersama Sukardiman.

Usai jaksa membacakan surat tuntutan, majelis hakim yang diketuai Saripuddin menunda persidangan dan memberikan kesempatan kepada para terdakwa dan penasehat hukumnya untuk menyiapkan materi pembelaan pada persidangan pekan depan.

Berdasarkan data diperoleh, terdakwa Sukardiman dan Edimar ditangkap anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel di Loket Bus IMI Jurusan Palembang-Jambi Jalan Kolonel H Burlian, KM9, Kecamatan Sukarame, Palembang, pada 5 Desember 2018.

Dalam penyergapan tersebut, bersama terdakwa aparat mengamankan barang bukti sebuah tas berwarna hitam yang di dalamnya terdapat enam paket shabu yang dikemas dengan bungkus plastik bertuliskan Guanyinwang.

Sebelum diamankan polisi, pada 4 Desember, terdakwa Sukardiman dihubungi oleh Sandi (belum tertangkap) yang menyuruh terdakwa  pergi ke Palembang mengambil pesanan narkotika dengan upah puluhan juta.

Kemudian dengan ongkos sebesar Rp1 juta yang diberikan Sandi, terdakwa berangkat ke Palembang dengan menumpang Travel Ratu Intan. Lalu saat tiba di KM12 datang orang-orang suruhan Sandi menjemput terdakwa dengan mengendarai mobil Honda Jazz menuju penginapan di Jalan Kolonel Atmo Palembang.

Keesokan harinya terdakwa bersama orang suruhan Sandi pergi ke Loket Bus IMI dan bertemu seorang laki-laki membawa tas hitam yang kemudian diserahkan kepada terdakwa, selanjutnya terdakwa langsung menaiki bus IMI yang akan siap berangkat ke Jambi.

Namun sebelum bus berangkat datang aparat kepolisian yang langsung melakukan penggeledahan dan mengamankan terdakwa bersama tas berisi serbuk setan yang rencananya akan dibawa dan diserahkan kepada Sandi di Jambi.

Atas keterangan tersebut polisi bersama terdakwa menuju Jambi dan di lokasi yang telah ditentukan, terdakwa Edimar yang bertugas menerima barang haram tersebut dari terdakwa Sukardiman, sehingga keduanya langsung diamankan aparat. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.