Banner sumsel

560 Prajurit-PNS Kodam Disosialisasi Pemberantasan Narkoba

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sebanyak 560 Prajurit dan PNS Kodam II/Swj se-Garnizun Palembang mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Uji Petik Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) TNI AD TA. 2018.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, Irdam Kolonel Czi Rido Hernawan, M. Sc., Asrendam II/Swj Kolonel Inf Hadi Purwo Subroto, S.AB.,M.M., para Asisten Kasdam II/Swj, para Dan/Ka Balakdam II/Swj dan Ketua Tim Uji Petik Spamad Kolonel Inf A. Jaka Tandang beserta Narasumber.sekaligus Tim Penceramah Sosialisasi P4GN yang dipimpin oleh Kolonel Ckm Dr. Bagus Sulistyo.

Kegiatan Sosialisasi P4GN yang diselenggarakan Tim Terpadu Spamad Mabesad ini dibuka Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S. Sos., yang diwakili oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syafrial, PSC., M. Tr (Han)., Rabu (25/4/2018) bertempat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj Jalan. Jend. Sudirman Km. 2,5 Palembang.

Adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi P4GN ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran para prajurit dan PNS TNI AD beserta keluarganya tentang bahaya narkoba. Sedangkan Uji Petik diselenggarakan untuk untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepatuhan hukum kalangan prajurit dan PNS TNI AD untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Dalam amanat tertulis Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S. Sos yang dibacakan Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syafrial, PSC., M. Tr (Han) mengatakan, masalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba dewasa ini semakin mengkhawatirkan dan menjadi keprihatinan kita bersama, sehingga tidak salah jika Presiden mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam zona darurat narkoba.

Pangdam juga menekankan kepada prajurit dan PNS Kodam II/Swj agar selalu waspada terhadap fenomena masif peredaran narkoba di Indonesia dan menyentuh segenap lapisan masyarakat, tidak terkecuali di kalangan prajurit TNI.

“Ini salah satu bentuk nyata perang modern atau Proxy War, dengan cara menggunakan narkotika sebagai senjata utama untuk melumpuhkan suatu kekuatan bangsa, merusak generasi bangsa Indonesia,” ungkap Pangdam.

Sementara itu, selaku penanggungjawab kegiatan sosialisasi dan Uji Petik P4GN, Aspam Kasad Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Waaspam Kasad Brigjen TNI Makmur Umar, SAP, MM., mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia saat ini telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan sehingga Indonesia dinyatakan dalam kondisi darurat narkoba dimana diperkirakan setiap hari terdapat 40 – 50 orang meninggal dunia karena mengkonsumsi narkoba.

Dijelaskan juga, berdasarkan data Garkumplintatib Spamad, selama  2016 pelanggaran narkoba sebanyak 29 kasus yang melibatkan 40 personel. “Hal ini mengindikasikan masih tingginya angka pelanggaran penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dilingkungan TNI AD,” ujarnya.

“Kegiatan sosialisasi dan Uji Petik ini merupakan penjabaran Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang kebijakan strategi nasional pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba  (P4GN),” imbunya.

Dalam kegiatan Uji Petik P4GN, dari 560 personel yang hadir, sebanyak 400 orang prajurit dan PNS Kodam II/Swj ditunjuk secara acak untuk melaksanakan Tes Urine. Setelah dilakukan tes urine, tidak ada satupun anggota yang menggunakan atau mengkonsumsi narkoba, seluruhnya dinyatakan negatif.

Tim Terpadu Spamad Mabesad melakukan kegiatan Sosialisasi P4GN di wilayah Kodam II/Swj ini dijadwalkan selama 5 hari, mulai tanggal 23 s.d 27 April 2018. Sebelumnya, Tim Spamad telah melakukan kegiatan Sosialisasi dan Uji Petik kepada 300 prajurit gabungan dari Yon Armed 15/105 Cailendra dan Yonzipur 2/SG bertempat di Markas Yonzipur 2/SG, Prabumulih, (23/4/2018). Pada keesokan harinya, Selasa (24/4/2018), Tim Spamad juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada 169 prajurit Yonkav 5/DPC bertempat di Markas Yonkav 5/DPC, Karang Endah.(win)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.