Banner sumsel

Soal Penangkapan Gubernur Kepri, KPK akan Konferensi Pers Hari ini

 

JAKARTA,koranindonesia.id- Penangkapan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basori oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) terkait suap izin lokasi rencana reklamasi.

Dalam perijinan ini KPK menduga sebelumnya telah terjadi penerimaan lain terkait izin lokasi rencana reklamasi di Provinsi Kepulauan Riau. Dikatakannya lembaganya melakukan kegiatan penindakan sejak Rabu siang di Kepulauan Riau.

“Sebelumnya kami mendapat informasi dari masyarakat akan terjadinya transaksi yang diduga diperuntukan pada kepala daerah di sana,” ungkap jubir KPK Febri kepada koranindonesia.id, saat dihubungi melalui telpon selulernya, di Jakarta, Kamis (11/07/2019).

Diakui Febri dalam kegiatan tersebut, diamankan juga uang 6.00 dolar Singapura setara Rp62,16 juta yang diduga terkait dengan izin lokasi rencana reklamasi di Kepri tersebut.

Dijelaskan Febri hingga Rabu malam, KPK membawa enam orang ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu dari unsur kepala daerah, kepala dinas di bidang kelautan, kepala bidang, dua staf dinas, dan pihak swasta.

Diketahui, Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga termasuk pihak yang diperiksa tersebut. Sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana, kata Febri, maka dalam waktu paling lama 24 jam ini, tim akan melakukan kegiatan-kegiatan awal termasuk klarifikasi pada pihak yang diamankan.

“Status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan akan disampaikan hari ini melalui konferensi pers di KPK,” terangnya.

Ditambahkan Febri untuk itu, diharapkan rekan-rekan media yang ingin mengetahui secara keseluruhan penangkapan gubernur Kepri untuk menghadiri konferensi pers yang kami adakan hari ini.

“Semua informasi didapatkan dalam konferensi pers hari ini, kita akan beberkan bagaimana penangkapan gubernur Kepri dan lain-lainnya,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.