Banner Pemprov 17 Agustus

Wacana Menteri Muda Kabinet Jokowi-Ma’ruf Terus Dibahas

 

JAKARTA,koranindonesia.id- Wacana menteri usia muda untuk mengisi kabinet Jokowi-Ma’ruf terus dibahas, bahkan ada tambahan ide agar kaum difabel juga perlu menjadi menteri.
Sekretaris Badan Pendidikan dan Latihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan ada kriteria yang paling penting ketimbang usia dan kondisi fisik.

Sehingga siapapun bisa menjadi menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf, namun harus memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dan harus setia, sebab ini merupakan jabatan politik.

Dijelaskannya karena jabatan politik berarti tergantung hasil perhelatan politik pemilu. Pertimbangan politis juga berpengaruh. Tentu saja, kemampuan calon menteri menjadi pertimbangan yang penting. Bila sosok muda atau penyandang disabilitas memang punya kemampuan, maka tentu sosok itu tak akan sekadar lewat dari pertimbangan Jokowi.

“Presiden Jokowi punya kapasitas untuk itu. Terbukti dia berani mengangkat delapan menteri dari perempuan. Pak Jokowi punya DNA membuat kejutan yang berani dan progresif,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/07/2019).

Dipaparkannya permintaan menteri dari kelompok difabel, kenapa tidak, sebab

saat ini ada sosok penyandang disabilitas yang cerdas dan berdedikasi di Indonesia. Sosok tersebut juga merupakan relawan Jokowi. Soal kaum muda yang cocok menjadi menteri, nama-nama dari kalangan praktisi usaha juga tak diragukan kemampuannya, terlebih Jokowi juga merupakan sosok yang punya latar belakang dunia usaha, maka Jokowi tak akan kesulitan mendeteksi anak muda potensial dari dunia usaha.
“PDIP juga banyak anak muda yang pintar, dan memiliki kemampuan yang sangat luar biasa,” terangnya.

Lebih dari itu, umur dinilainya bukan yang paling utama. Jiwa muda lebih utama, sebagaimana Jokowi yang dia nilai punya jiwa muda, selera anak muda, dan produktif.

“Menurut saya usia produktif maksimal 50 tahun,” paparnya.

Diakuinya soal menteri muda, isu ini sudah muncul sejak tengah bulan Mei lalu. Wacana ini muncul di pembahasan kalangan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf saat itu, untuk mengakomodasi kaum milenial di kabinet. Kini, partai pendukung Jokowi, PPP, masih meragukan sifat kepemimpinan yang dimiliki generasi muda.

“PKS yang bukan pendukung Jokowi di Pilpres 2019 juga urun saran agar Jokowi mengangkat menteri dari kaum muda, perempuan, difabel, dan dari daerah tertinggal,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.