Banner sumsel

5 Tahun Jualan Obat kuat, Distributor Ini Diadili

PALEMBANG, Koranindonesia.id – R Mauliandhika dihadapkan ke meja hijau akibat memperdagangkan obat dan jamu yang tidak memiliki izin edar. Persidangan di Pengadilan Negeri Palembang digelar dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Rabu (21/8/2019).

Kepada majelis hakim yang diketuai Hotnar Simarmata, terdakwa mengaku sudah berdagang obat tersebut sejak 2014, namun sampai saat ini dirinya tidak membuka toko, melainkan hanya menerima pesanan melalui telepon dan tiap bulan rata-rata keuntungan sekitar Rp5 juta.

“Biasanya pesanan datang dari luar kota seperti, Bangka, Lampung, Jambi dan Bengkulu. Saya juga pesan lewat telepon, lalu barang dikirim. Saya juga tidak tahu komposisinya apa, tapi yang saya tahu umumnya fungsinya untuk obat kuat,” ucapnya.

Usai pemeriksaan terhadap terdakwa, majelis hakim melanjutkan dengan memeriksa sejumah contoh dari 53 barang bukti bersama tim ahli dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang yang hadir ke persidangan.

Sementara itu dari data diperoleh, atas perbuatan tersebut, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sevti Hariani, terdakwa dijerat Pasal 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Karena dianggap dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa terungkap setelah tim BBPOM Palembang menyamar dengan membeli jamu seduh untuk langsung diminum di kios jamu milik saudara terdakwa di Terminal KM12 Palembang, pada 8 November 2018 lalu.

Setelah dipastikan bahwa jamu yang dijual tanpa izin edar, tim gabungan dari BBPOM, Direktorat Reserse Narkoba Polda dan SatPol PP Sumsel meminta pemilik kios menunjukkan gudang penyimpanan obat tradisional tanpa izin edar tersebut.

Selanjutnya mertua terdakwa, yaitu saksi Yurmaidi membawa petugas ke rumah terdakwa di Perumnas Talang Kelapa, Jalan Lantana, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang yang menjadi tempat penyimpanan barang.

Bersama ketua RT setempat petugas melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti dan dari hasil pemeriksaan oleh tim ahli bahwa 53 macam barang dagangan terdakwa, adalah obat tradisional Tanpa Izin Edar (TIE) yang tidak memiliki nomor izin edar dari Badan POM RI pada kemasannya adalah palsu. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.