
41 Pemuda Tewas dalam Ritual Inisiasi Tradisional Afrika
koranindonesia.id – Setidaknya 41 pemuda meninggal dunia selama ritual inisiasi tradisional di Afrika Selatan.
Peristiwa ini terjadi sepanjang November hingga Desember 2025.
Pemerintah menyebut sebagian besar kematian berkaitan dengan prosedur sunat tradisional.
“Baca Juga: Urutan Negara Pertama dan Terakhir Sambut Tahun Baru 2026“
Ritual inisiasi menjadi bagian penting dalam budaya sejumlah komunitas Afrika.
Beberapa komunitas yang mempraktikkannya meliputi Xhosa, Ndebele, Sotho, dan Venda.
Melalui ritual ini, para pemuda memasuki fase kedewasaan.
Secara tradisional, para peserta menjalani isolasi di sekolah inisiasi.
Di tempat tersebut, para tetua mengajarkan nilai budaya dan tanggung jawab sosial.
Namun, setiap tahun ritual ini terus memakan korban jiwa.
Pemerintah Afrika Selatan memberlakukan undang-undang khusus untuk menekan angka kematian.
Aturan tersebut mewajibkan sekolah inisiasi mendaftar ke otoritas setempat.
Meski begitu, praktik ilegal tetap marak di berbagai daerah.
Sekolah inisiasi ilegal sering mengabaikan standar kesehatan dasar.
Akibatnya, risiko komplikasi dan kematian meningkat tajam.
Banyak laporan kematian muncul dari tempat yang tidak terdaftar.
Orang tua biasanya membayar sejumlah biaya agar anak mereka diterima.
Situasi ini mendorong sebagian pihak membuka sekolah inisiasi ilegal.
Motif keuntungan sering mengalahkan keselamatan peserta.
Selain itu, pengawasan dari keluarga sering kali minim.
Beberapa orang tua jarang memantau kondisi anak selama inisiasi.
Kondisi ini memperbesar risiko yang dihadapi para peserta.
Menteri Urusan Tradisional Afrika Selatan, Velenkosini Hlabisa, menyampaikan keprihatinan mendalam.
Ia menyebut 41 peserta meninggal selama inisiasi musim panas tahun ini.
Ia menilai kelalaian menjadi penyebab utama tragedi tersebut.
Hlabisa menyoroti peran sekolah inisiasi dan orang tua.
Ia menyebut banyak pihak mengabaikan standar keselamatan dan saran medis.
Beberapa peserta bahkan dilarang minum air dengan alasan penyembuhan cepat.
Menurutnya, larangan tersebut tidak memiliki dasar medis.
Praktik itu justru membahayakan kesehatan peserta.
Ia menilai pengawasan keluarga sangat menentukan keselamatan anak.
Provinsi Eastern Cape tercatat sebagai wilayah paling terdampak.
Sebanyak 21 kematian terjadi di provinsi tersebut.
Pemerintah daerah kini meningkatkan pengawasan secara intensif.
Aparat juga menutup sejumlah sekolah inisiasi ilegal.
Langkah ini bertujuan mencegah korban tambahan.
Pemerintah berjanji memperketat penegakan hukum.
Hlabisa menyatakan aparat telah menangkap 41 orang.
Penangkapan mencakup pengelola sekolah ilegal dan beberapa orang tua.
Sebagian orang tua memalsukan usia anak agar diterima.
Hukum Afrika Selatan menetapkan batas usia minimal 16 tahun.
Penerimaan peserta juga membutuhkan persetujuan orang tua.
Pemerintah menegaskan aturan ini tidak bisa ditawar.
Meski berisiko, ritual inisiasi tetap dijalankan luas.
Banyak komunitas masih menganggapnya simbol kehormatan.
Kepulangan peserta sering dirayakan dengan pesta budaya meriah.
41 Pemuda Tewas Ritual Inisiasi Tradisional Afrika Namun, pemerintah menekankan keselamatan sebagai prioritas utama.
Otoritas mendorong pelaksanaan ritual yang aman dan terdaftar.
Langkah ini diharapkan mencegah tragedi serupa di masa depan.
“Baca Juga: Laporan Global Ungkap Pelanggaran HAM di Pakistan“