Banner sumsel

3 Panitia Diksar Menwa Jadi Tersangka, Unitas Bakal Ikut Kawal Kasus

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Setelah merampungkan serangkaian penyelidikan, penyidik Polres Ogan Ilir menyimpulkan bahwa tiga orang panitia pra Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) yang menewaskan Muhammad Akbar beberapa waktu lalu berstatus tersangka.

Menanggapi penetapan status tersangka tersebut pihak Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang langsung menyatakan bahwa ketiganya bukan lah mahasiswa mereka dan Unitas tetap akan mengawal kasus ini hingga selesai.

Rektor Unitas Palembang Drs Joko Siswanto menegaskan bahwa ketiga panitia Pra Diksar Menwa yang telah bertatus tersangka dan menjakani penahanan di Polres Ogan Ilir tersebut bukan lah mahasiswa Unitas Palembang.

“Pra Diksar tersebut bukan diselenggarakan oleh mahasiswa Unitas Palembang, lantaran mahasiswa kita hanya sebagai peserta saja,” ucap Joko saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (4/11).

Menurutnya, Unitas Palembang bukan hanya menjadi korban secara perorangan, dalam hal ini mahasiswa, tetapi juga secara institusi dan meski mendukung kegiatan sebagai bentuk bagian dari pertahanan sipi.

Namun pihaknya juga memberikan catatan agar kasus ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi Resimen Mahasiswa sehingga persoalan serupa tidak terulang lagi. “Rektorat Unitas Palembang tidak alergi dengan kegiatan pra Diksar yang dilakukan mahasiswa, tapi Resimen Mahasiswa juga harus introspeksi diri,” imbuhnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unitas Palembang Azwar Agus menambahkan, pihak Unitas Palembang akan terus mengawal kasus ini hingga selesai dan pihaknya juga menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan serta menghormati keputusan pihak keluarga korban.

“Unitas Palembang mendukung dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke pihak kepolisian untuk membuat terang kasus ini dan juga meminta keadilan merupakan hak dari keluarga korban,” tandasnya.

Dalam kasus ini penyidik Polres Ogan Ilir telah menetapkan tiga panitia Pra Diksar Menwa yakni Riko Willyan Saputra, Khoirul Imami dan Ibnu Sina sebagai tersangka terkait kematian M Akbar yang merupakan peserta saat mengikuti kegiatan yang digelar di Desa Tanjung Baru, Kabupaten Ogan Ilir beberapa waktu lalu.

Atas kasus kematian mahasiswa semester tiga Fakultas Hukum di Unitas Palembang ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.