249 Napi di Rutan Baturaja Kehilangan Hak Pilih

BATURAJA, koranindonesia.id – Hampir separuh dari total jumlah narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) terpaksa harus kehilangan hak pilihnya, pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, yang digelar Rabu (17/4), kemarin.

Sebanyak 249 orang napi dan tahanan di Rutan Klas IIB Baturaja tak bisa menyalurkan hak suaranya itu, lantaran tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari jumlah total 496 napi yang ada, hanya 247 napi dan tahanan saja, yang bisa menyalurkan hak suaranya. Hal ini tentunya cukup disayangkan oleh pihak Rutan Baturaja, serta sejumlah napi yang mendekam di Rutan itu. Padahal sebelumnya sudah sejak lama pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta KPU Kabupaten OKU melakukan pendataan langsung terhadap para napi di Rutan tersebut.

Kepala Rutan Klas IIB Baturaja Herdianto mengungkapkan, jika upaya pihaknya untuk melaporkan permasalahan tersebut sudah dilakukan sejak lama. Namun nyatanya, saat pemilu dilangsungkan banyak warga binaannya tidak bisa memilih.

Penyebabnya menurut Herdianto, karena banyak napi dan tahanan yang tidak memiliki KTP elektronik (KTP-el), sementara syarat untuk memilih harua memiliki KTP-el, atau surat keterangan (Suket) domisili. “Tentu hal ini tidak kami inginkan, upaya kami dari pihak Rutan sudah dilakukan dengan melapor ke pihak terkait,” kata Herdianto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/4/2019).

Sementara itu, Warto salah satu napi di Rutan Klas IIB Baturaja mengaku, kejadian ini sangat disayangkan rekan-rekannya yang tengah menjadi warga binaan Rutan saat ini. Padahal mereka juga sangat ingin menyalurkan hak suaranya pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ini. “Sebenernya rekan-rekan sangat ingin mencoblos, tapi tidak diterima, tentu ini meyakitkan bagi kami yang juga bagian dari rakyat Indonesia,” keluhnya.

Tak hanya itu, di sejumlah TPS yang tersebar di wilayah Kabupaten OKU juga, masih banyak  ditemukan ketidakvalidan data pemilih, pada DPT Pemilu Serentak 2019 di wilayah OKU. Diantaranya, masih ditemukannya pemilih yang sudah meninggal dunia ataupun pindah domisili, namun masih terdata dalam DPT sebagai pemilih di Kabupaten OKU.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.