Pembangunan Jembatan Tak Kenal Waktu, Warga Tanjung Agung Resah

Baturaja, koranindonesia. Id  – Warga jalan Kol H Burlian Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat mengeluhkan kebisingan pembangunan proyek jembatan PT Semen Baturaja yang menuju kawasan tambang di Bukit Pelawi OKU.  Pasalnya warga mengaku pembangunan jembatan yang diketahui dibangun oleh  PT. AMKA itu tak memperhatikan aspek kebisingan dan polusi debu serta waktu pengerjaan.

“Mereka bekerja hingga pukul 11 malam, berisik sekali, padahal jarak pembangunan jembatan dan rumah kami sangat dekat,  jadi bagaimana kami mau istirahat” keluh Mamad yang  rumahnya di kawasan sekitar pembangunan jembatan, (23/10/2018).

Menurutnya pernah suatu malam masyarakat terpaksa menghentikan para pekerja yang sedang memasang kerangka jembatan, karena hingga jam 11 malam para pekerja belum juga menghentikan pekerjaannya, padahal suara mereka memasang kerangka jembatan sangat bising.

“Sangat berisik, karena yang mereka pasang kan besi baja, jadi benturan antara besi dengan besi amat menggangu warga yang ingin beristirahat, padahal disekitar jembatan ini ada warga yang sakit, ada juga warga yang masih balita, dan kami semua butuh istirahat,” ujar Mamad menjelaskan.

Mamad pun mempertanyakan perihal izin lingkungan kegiatan pembangunan jembatan tersebut.

“Ada tidak izin lingkungannya?, karena kami masyarakat disekitar lokasi pembangunan jembatan ini tidak pernah diberitahu dan tidak pernah ada sosialsiasi kepada kami,” katanya penuh tanya.

Mamad menjelaskan telah banyak rumah warga yang retak-retak akibat getaran yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan jembatan.

“Banyak rumah warga yang retak-retak, efek dari getaran saat para pekerja memasang tiang pancang jembatan, silahkan cek rumah-rumah warga yang dibawah itu,” sambung nya sambil menunjukkan rumah warga yang beradada di dekat jembatan.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun jika warga telah melaporkan hal itu ke kelurahan setempat.

“Jadi kita sebagai aparat pemerintah mencoba menampung aspirasi warga, kita ingin mendengar apa keluhan mereka, karena ada isu warga akan melakukan aksi demonstrasi terkait dampak pembangunan jembatan tersebut, dan kita sudah menampung aspirasi warga, “kata Lurah Tanjung Agung Faisol Fahmi.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua RW. 02 Tanjung Agung Hendri, Ketua RT.04 Peri, 5 orang perwakilan warga dan anggota Polsek Baturaja Barat, dalam pertemuan tersebut warga menyampaikan ketakutan mereka akan dampak, warga merasa terganggu dengan adanya pembangunan jembatan, polusi, dan kebisingan yang merupakan efek dari pembangunan jembatan tersebut.

Selain itu, warga takut ada pendangkalan sungai, tanah akan longsor dan minta sungai dibersihkan apabila pembangunan telah selesai.(tin)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.