Banner sumsel

2 Bulan Gagalkan Peredaran 44 Kg Shabu, Polda Akui Masih Banyak yang Luput

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel serta sejumlah Polres jajaran berhasil menggagalkan peredaran 44 kilogram shabu dan sekitar 30.000 butir pil ekstasi.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan saat memimpin press rilis hasil ungkap kasus narkoba mengatakan, selama periode kepemimpinan Irjen Pol Firli, jajarannya beberapa kali menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar dari enam kasus, baik yang hanya melintas maupun dengan tujuan peredaran dalam wilayah Sumsel.

“Sumsel masih dianggap sebagai daerah yang cukup potensial dalam pemasaran narkoba, walaupun ada juga yang hanya melintas dengan tujuan Lampung dan Pulau Jawa. Namun kita akan tetap serius menekan peredaran dan penyelundupan narkoba ke daerah Sumsel,” ujar Rudi di Mapolda Sumsel, Jumat (23/8/2019).

Ia menambahkan, narkoba, dalam hal ini shabu merupakan bisnis yang cukup simple dan untuk memproduksinya cukup murah, namun setelah dipasarkan sangat menguntungkan sehingga banyak yang bergerak dalam bisnis ilegal tersebut.

“Dari empat tindak pidana serius yang ada, kejahatan narkoba adalah salah satu yang menjadi fokus kita dalam penegakan hukum dan anggota di lapangan juga harus jeli, karena berbagai cara dilakukan bandar narkoba,” tambahnya.

Seperti halnya barang bukti 16 kg shabu yang dikirim dari Aceh dengan tujuan Palembang, dirinya melanjutkan, pelaku menggunakan kemasan teh herbal yang cukup rapi, sehingga jika anggota tidak jeli, maka hal seperti ini akan mudah lolos.

Sementara itu Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengakui bahwa meski belakangan ini pihaknya berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran narkoba dengan barang bukti yang cukup besar, namun ia menduga masih ada yang lolos dari pengawasan.

“Ungkap kasus narkoba ini satu banding sembilan, bisa jadi satu yang tertangkap, tapi yang lainnya masih bisa lolos. Tapi kita terus berusaha semaksimal mungkin dan jajaran di Polres juga sudah diminta lebih intensif menggelar kegiatan razia di jalan raya,” kata Farman.

Ia menjelaskan, upaya penyelundupan narkoba yang berasal Aceh menuju wilayah Sumsel melalui Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) sudah dua kali digagalkan pihaknya. Meski selama ini penyelundup menggunakan Jalur Lintas Timur, namun pengawasan di Jalinteng akan terus diawasi.

“Ini kedua kalinya ada pelaku membawa narkoba melalui Jalur Tengah. Selama ini mereka masuk Sumsel melalui Jambi. Kami sudah meminta jajaran mengantisipasi untuk kendaraan yang membawa narkoba, karena selama ini lebih banyak penangkapan di Jalur Timur, jadi pelaku merubah rute,” jelasnya. (sup

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.