Banner sumsel

192 Warga Binaan Lapas Banyuasin Siap Nyoblos

BANYUASIN, koranindonesia.id – Hak politik untuk memilih pada pelaksanaan Pilkada merupakan hak seluruh warga negara Indonesia, sekalipun ia berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Warga binaan memiliki hak yang sama untuk memilih pada Pilkada Serentak 2018 ini, berdasarkan Undang Undang (UU) No 32/1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

Untuk itu, Lapas Kelas III Banyuasin bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin menggelar sosialisasi pemilukada pada Selasa (26/6/2018) di aula Lapas Kelas III Banyuasin. Sosialisasi menyangkut beberapa hal, yakni mengenai pengenalan pasangan calon pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, tata cara mencoblos, hingga cara memilih pemimpin yang benar.

Daftar pemilih yang memenuhi syarat pada Lapas Banyuasin sejumlah 192 orang. Jumlah tersebut merupakan nama-nama yang telah diseleksi oleh KPU Kabupaten Banyuasin.

Komisioner KPU Banyuasin Salinan mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahu kepada warga banyuasin yang ada di dalam Lapas untuk bersama-sama menggunakan hak suaranya pada Pilkada Serentak 2018.

“Kami telah membentuk panitia pemungutan suara di Lapas Banyuasin, agar jangan sampai masyarakat yang mempunyai hak pilih jadi tidak memilih atau golput,” ungkapnya.

Panitia juga melayani warga binaan yang berasal dari daerah selain Banyuasin untuk memilih jika memenuhi syarat yang ditentukan. Namun ia hanya boleh memilih pada pelaksanaan Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel saja.

“Warga binaan dari Palembang, Pagaralam, dan daerah lain di Sumsel yang ada di Lapas Banyuasin, dapat ikut memilih asalkan mengurus model A5, yaitu surat pindah memilih,” tutupnya.(wal)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.