19 Februari Plaza Aldiron Cinde Groundbreaking

PALEMBANG,koransumatera.com – Direktur Utama PT Magna Beatum, Altar Tarigan selaku pengembang pembangunan Plaza Aldiron Cinde, mengemukakan groundbeaking Plaza Aldiron Cinde secara resmi akan dilakukan pada 19 Februari mendatang.

“Untuk saat ini perijinannya terlebih dahulu yang kita kebut untuk memastikan mendapat rekomendasi bahwa ini bisa dibangun. Kita saat ini masih melakukan pembersihan lahan,” terang Altar usai menggelar rapat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tentang teknis design IMB Plaza Aldiron Cinde, Jumat (9/2/2018).

Altar menerangkan, sebagai salah satu bangunan cagar budaya, pembangunan pasar Cinde ini tidak akan menghilangkan tiang cendawan bangunan.

“Tiang cendawan ini nantinya akan diperkuat, dan dijadikan ornamen dibagian depan karena itu tiang cemdawan ini disisakan” katanya.

Plaza Aldiron ini nantinya akan dibangun dengan ketinggian mencapai 10 lantai. Yang mana Altar menyebutkan, Plaza Aldiron Cinde akan memiliki 870 tempat usaha bagi pedagang lama, serta sekitar 1.200 tempat usaha yang diperuntukkan bagi para pedagang baru.

Bahkan, Altar menyebutkan, ditengah permasalahan yang melanda. Plaza Aldiron Cinde tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat, dimana sekitar 25 persen dari jumlah tempat usaha yang ada ini sudah laku terjual. Padahal harga yang dipatok pengembang untuk tempat usaha ini cukup mahal, yakni berkisar Rp 30 juta-60 juta / meter (m) persegi.

“Jadi kalau satu kios rata-rata 9 m persegi, berarti sekitar Rp 250 juta-Rp 400 juta.‎ Tapi kalau untuk pedagang yang lama diatur oleh Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Disinggung mengenai lokasi yang sempit, sehingga tidak ada tempat parkir di halaman luar plaza ini. Altar menyebut, Plaza Aldiron Cinde ini nantinya akan memiliki parkir yang mampu menampung sekitar 800 unit mobil dan 600 unit sepeda motor.

“Tapi kita masih pikirkan lagi, desainnya yang pas. Setelah groundbreaking, kita targetkan pembangunannya selesai selama 24 bulan,” terangnya.

Sementara Asisten Pemerintaan dan Kesejateraan Rakyat Setda kota Palembang, Sulaiman Amin menerangkan, rapat ini berguna untuk saling berkoordinasi antara konsultan perencanaan pembanguan Plaza Aldiron Cinde dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kota Palembang. Gunanya, membahas masalah seperti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Amdal Lalin, Amdal Lingkungan, dan beberapa perijinan lainnya. Hal ini bertujuan, agar tidak terjadi permasalahan setelah pembangunan ini selesai.‎

“Untuk permasalah cagar budaya sudah selesai. Boleh dibangun, asal tetap memperhatikan dan mempertimbangkan aspek cagar budayanya. Jadi bukan hanya memikirkan bangunan, tapi juga pedagang dan masyarakat, serta cagar budaya harus tetap dipertahankan,” tegasnya.

Reporter : ria

Editor: elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.