Bhintan Shalawat

157 Honor K2 Pemkot Palembang Lulus Seleksi P3K

PALEMBANG, koranindonesia.Id-Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, 157 tenaga honorer Kategori Dua (K2) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi menyandang status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau P3K.

Artinya, kedepan para tenaga honorer yang kini berstatus pegawai P3K, memiliki jenjang karier yang sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Ratu Dewa mengatakan, ada 157 tenaga honorer K2 yang lulus seleksi. Dari 157 orang tersebut, ada 7 yang gugur diakibatkan standar nilai tidak memenuhi ambang batas, ijazahnya hanya SMA (Sekolah Menengah Atas) dan beberapa hal teknis lain.

“Salah satu syarat untuk mengikuti seleksi, ijazahnya minimal S1, sedangkan yang gugur ada yang masih berijazah SMA,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Dewa, sesuai dengan data yang diberikan Dinas Pendidikan, dari total 202 tenaga honorer K2 yang memenuhi kriteria, ada 38 orang yang tidak mendaftar.

“Data ini diberikan Dinas Pendidikan dan dikirimkan ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Sehingga seleksi dapat dilaksanakan pada Sabtu lalu (3/2/2019),” jelasnya.

Untuk seleksi sendiri, sama seperti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang pernah dilaksanakan. Dimana, menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT), hanya saja nilai passing gradenya diturunkan. “Selekai P3K tidak sesulit CPNS kemarin. Dimana test juga cukup sekali dan ada beberapa kemudahan,” ungkapnya.

Setelah test CAT selesai, selesai peserta yang lolos akan mengikuti sesi wawancara. Hanya saja sesi wawancara ini tidak berpengaruh pada hasil dan bersifat adminsitrasi. “Setelah seleksi ini, rencananya pada akhir bulan April nanti akan ada penerimaan P3K lanjutan, dengan kriteria umum,” tuturnya.

Meski begitu, untuk administrasi umum, berdasarkan keputusan KemPAN-RB tidak ada penerimaan untuk administrasi umum. Karena secara nasional sudah 38 persen untuk tenaga tersebut di kalangan ASN.

“Jadi penerimaan ini dibuka untuk kalangan fungsional tertentu dan tidak ada untuk administrasi umum,” tukasnya. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.