News

13 Tersangka Perdagangan Bayi Terancam Hukuman 15 Tahun

koranindonesia.id – 13 Tersangka Perdagangan Bayi: Ditreskrimum Polda Jawa Barat mengungkap sindikat besar perdagangan bayi yang telah menjual 25 korban asal Jawa Barat sejak tahun 2023. Polisi menangkap 13 tersangka dan menjerat mereka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ancaman hukuman mencapai 15 tahun penjara.

“Baca Juga: Rocky Gerung dan Polri Bahas Peradaban Lalu Lintas Baru


Para Tersangka Punya Peran Berbeda

Polisi merinci identitas dan peran 13 tersangka. Beberapa di antaranya:

  • Maryani (33), Yenti (37), Yenni (42): sebagai penampung bayi.
  • Djap Fie Khim (52), Anyet (26), Fie Sian (46), Devi Wulandara (26), Anisah (31): bertugas mengantar bayi ke Singapura dan menjadi pengasuh.
  • A Kiau (58): mengantar bayi dari Jakarta ke Kalimantan dan Singapura.
  • Astri Fitrinika (26): merekrut bayi, termasuk 25 bayi sejak 2023.
  • Djaka Hamdani Hutabarat (35), Elin Marlina (38), Yuyun Yuningsih (46): bertindak sebagai perekrut bayi.

Mereka berasal dari wilayah Kabupaten Bandung, Jakarta, dan Pontianak, Kalimantan Barat.


Bayi Dibeli Sejak dalam Kandungan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa pelaku membeli bayi sejak masih dalam kandungan. Bayi kemudian diserahkan kepada penampung dengan harga Rp10 juta hingga Rp16 juta.

Penampung seperti M dan YT merawat bayi menggunakan jasa pengasuh. Pengasuh menerima bayaran Rp2,5 juta dan biaya keperluan bayi sebesar Rp1 juta per anak.

Saat bayi berusia 2–3 bulan, atau sesuai perintah, mereka dipindahkan ke Jakarta oleh tersangka YN. Selanjutnya, bayi dikirim ke Pontianak untuk diproses dokumen identitasnya.


Pemalsuan Dokumen untuk Proses Adopsi Ilegal

Di Pontianak, tersangka AHA membuat dokumen palsu seperti akta kenal lahir dan paspor. Ia juga mencarikan orang tua palsu yang bersedia memasukkan nama bayi ke dalam Kartu Keluarga (KK).

Setiap proses pemalsuan ini diberi imbalan Rp5 juta hingga Rp6 juta per bayi. Selama di Pontianak, beberapa pengasuh merawat bayi di bawah kendali AHA dengan bayaran Rp2,5 juta per anak.

Setelah seluruh dokumen lengkap, bayi dibawa ke Singapura. Total 15 bayi telah dijual ke sana, berusia antara 5 hingga 14 bulan.


Empat Bayi Gagal Masuk Singapura, Enam Diselamatkan

Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menyebut total korban mencapai 25 bayi. Dari jumlah tersebut:

  • 15 bayi telah dijual ke Singapura.
  • 6 bayi berhasil diamankan dan kini berada di panti asuhan Kota Bandung.
  • 4 bayi masih dalam pencarian setelah gagal masuk Singapura karena dokumen tidak lengkap.

Barang Bukti dan Buronan

Penyidik menyita sejumlah barang bukti penting, seperti:

  • 26 akta lahir palsu, 15 KK palsu, 26 KTP, 8 akta nikah, dan 5 paspor.
  • Dokumen notaris, dokumen laboratorium, buku kesehatan ibu-anak, hingga ayunan bayi.

Selain itu, polisi menetapkan tiga orang sebagai DPO (buron):

  • Lie Siu Luan alias Popo (69): agen penghubung Indonesia.
  • Siu Ha alias AHA (59): pemalsu dokumen dan pencari orang tua palsu.
  • Wiwit: berperan sebagai perantara.

Polda Jabar telah mengajukan red notice kepada Imigrasi untuk memburu para buronan.


13 Tersangka Perdagangan Bayi: Polisi Selidiki Para Adopter di Singapura

Menurut Kombes Surawan, bayi dijual dengan skenario adopsi ilegal. Orang tua palsu ikut ke Singapura dan berpura-pura sebagai keluarga kandung. Mereka berdalih tak mampu membesarkan anak karena alasan ekonomi.

Saat ini, penyidik masih menyelidiki para adopter di Singapura. Namun, data detail mengenai identitas mereka belum berhasil dikumpulkan. Polisi juga akan melanjutkan penyelidikan ke Pontianak untuk mencari dokumen tambahan.

“Baca Juga: Rocky Gerung dan Polri Bahas Peradaban Lalu Lintas Baru

aatoto aatoto aatoto Mposakti Link Alternatif aatoto AATOTO aatoto login aatoto Ligajawara gates of olympus Situs Resmi Aatoto Telegram Aatoto Aatoto Link Alternatif AAtoto Official aatoto aatoto aatoto login situs slot gacor toto 4d gacor SLOTGACOR ligajawara168 digital SLOTTHAILAND LIGAJAWARA168 SLOTTHAILAND SLOTTHAILAND ligajawara168 ligajawara168 motoslot LIGAJAWARA168 ligajawara168 ligajawara168 AATOTO judi bola online Jurnal Berita Pendidikan Stmik time Medan aatoto Slot Hoki Ligajawara168 SV388 Sabung Ayam AAtoto SV388 Sabung Ayam Slot777 Gacor judi bola sbobet Judi Bola Judi Bola Slot Gacor mposakti Situs Slot Gacor SV388 SBOBET slotthailand Slot 777 Judi Bola Judi Bola Online mposakti Pasti Bayar CAS55 Judi Bola CAS55 MPOSAKTI mposakti aatoto MPOSAKTI MPOSAKTI MPOSAKTI Berita Daerah Izin Daerah aatoto Pumpernickels German Restaurant Mposakti Aatoto Motoslot Motoslot Mposakti Aatoto Mposakti mposakti mposakti mposakti Ligajawara168 https://www.ligajawara168.org stitpayakumbuh Mahjong Ways Mahjong Ways Mahjong Ways RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE