13 Kades Merapi Timur Ancam Penyetopan Angkutan Batubara

LAHAT,koranindonesia.id– 13 Kepala Desa di Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat mengancam akan menyetop angkutan batubara karena berdampak bagi kesehatan dan rusanya jalan di pemukiman warga selain itu perusahaan batubara dinilai tidak peduli karena minimnya program CSR  (Corporate Sosialite Responsibiliti)  kewajiban perusahaan yang di atur dalam undang-undang Minerba.

Menurut Kades Sirah Pulau Jundriadi,  rencananya hari Sabtu ia dan rekan ada sekitar  13 Kades akan rapat di tempat Kades Tanjung Jambu untuk membahas masalah angkutan Batubara yang mengangkut batubara  seperti dari Tanjung Enim menuju stokcpile milik PT. Titan di Desa Tanjung Jambu dan sebaliknya truk tronton yang mengangkut Batubara dari Stockpile milik BME menuju Rapen.

“Apalagi kalau truk keadaan kosong sang sopir ugal-ugalan membawa truk sehingga akan membahayakan bagi pengguna jalan, ” kata Jundri, Jumat (6/04/2018)

Selain itu, kata Jundri pihak perusahaan belum ada kontribusi kepada desa dan dia  pernah menemui PT.RUBS di kantornya di Desa Kebur tetapi tidak tanggapi atau dipedulikan  pihak manajemen sedangkan angkutan batubara PT. TMB setiap hari melintas di jalan umum mulai dari Desa Sirah pulau, Desa Gunung Kembang, Desa Prabumenang, Desa Banjarsari dan Desa Arahan.

Masalah ini, kata Jundri  akan disampaikan pada pihak kepolisian dan ditembuskan ke Polres Lahat dan Polsek Merapi setelah hasil rapat nanti pada hari Sabtu dan Senin nya baru bergerak Kades dan masyarakat untuk melakukan memutar balik angkutan batubara terutama jenis tronton yang mengangkut Batubara milik BME

Menurut Jundri, pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari anggota DPRD dapil 2 (merapi Timur .Barat dan Selatan ) saat masa reses anggota DPRD  dari dapil 2 di kantor Kecamatan Merapi Timur, kemarin. (Nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.