Banner sumsel

100 Tenaga Konstruksi di Depok Ikuti Uji Kompetensi

JAKARTA,koranindonesia.Id-Lebih dari 100 tenaga konstruksi di Depok, Jawa Barat, mengikuti uji kompetensi yang digelar anggota Komisi V DPR RI, Intan Fauzi bekerja sama dengan Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah III Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Intan Fauzi mengatakan kegiatan uji kompetensi sertifikasi tenaga kerja konstruksi oleh instruktur yang terlatih di bidang konstruksi termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting, sehingga mereka bisa bekerja pada perusahaan konstruksi, juga bangunan tinggi dan lainnya.

“Pelatihan selama dua hari ini diikuti lebih 100 orang dari berbagai profesi di bidang konstruksi seperti tukang besi beton, tukang pasang bata, tukang bangunan gedung, tukang pasang ubin, tukang pasang plester, dan lain-lain,” ungkapnya kepada wartawan, di Depok, Sabtu (2/02/2019).

Dikatakan Intan, kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi ini sangat relevan dalam rangka menjawab tantangan jasa konstruksi sekarang ini. Apalagi tuntutan kompetensi dan mutu tenaga kerja dalam bidang konstruksi mutlak diperlukan beberapa tahun mendatang.

“Jumlah pekerja jasa konstruksi di Indonesia sangat banyak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia sekitar 5,7 juta orang,” terangnya.

Dari angka tersebut, sebesar 10 persen dari tenaga kerja konstruksi yang ada merupakan tenaga ahli, sebesar 30 persen tenaga trampil dan 60 persen tenaga kerja tidak trampil. Dan kurang dari tujuh persen yang telah di sertifikasi, sisanya belum disertifikasi.Ditambahkannya pertumbuhan tenaga kerja sektor konstruksi di Indonesia saat sekitar enam persen per tahun.

“Pembangunan infrastruktur yang masif saat ini tentu membutuhkan tenaga konstruksi yang mumpuni,” paparnya.

Sementara Instruktur Kementerian PUPR, Hadi Yusup mengatakan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017.

Dalam Pasal 70 disebutkan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompensi kerja.

Sertifikat kompetensi kerja ini diperoleh melalui uji kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Indonesia (SKKNI).

Sertifikasi tersebut mutlak diperlukan mengingat peran jasa konstruksi sangat strategis dalam pembangunan nasional.

“Dengan demikian diharapkan para pekerja konstruksi ini memiliki kemampuan kompetitif sehingga menghasilkan karya berkualitas serta berdaya guna bagi kepentingan masyarakat,” tandasnya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.